Ternyata lima hari berbaring di rumah sakit terasa jauh lebih lama dari sekedar hitungan lima hari normal tanpa sakit. Kondisi badanku tidak kuat menahan demam untuk beristirahat di rumah, sehingga memaksa aku untuk tinggal beberapa malam di Rumah Sakit Sari Asih, Cileduk. Beberapa hari sebelum di rawat di rumah sakit aku sudah merasakan demam tinggi, kepala terasa pusing, batuk, dan badan lemas.

Ketika menghadiri resepsi perkawinan Mbo Anik-Bli Omeng di Bogor, Minggu 30 November 2008, badan telah terasa meriang. Karena belum pernah ke Bogor, dengan percaya diri aku bersama istri menunggu bus di tol Kebon Jeruk. Setelah menunggu satu-dua jam ternyata kami tidak menemukan bus jurusan Bogor. Akhirnya kami memutuskan untuk naik dari UKI. Badan sudah terasa demam dan panas dingin. Akhirnya dengan penuh perjuangan akhirnya sampai juga tujuan, tempat resepsi pernikahan. Kami memutuskan naik kereta untuk pulang ke Jakarta. Lagi-lagi belum pernah naik kereta dan buruknya layanan umum di Indonesia, kami hanya dibuat bingung meski kami telah bertanya kepada petugas PJKA. Pertama kami membeli dua karcis @ Rp2.500,00. Setelah kami masuk peron dan akan naik kereta ternyata kereta telah penuh sesak manusia. Karena kepalaku pusing berat, akhirnya kami batalkan naik kereta tersebut dan kami keluar kembali untuk mencoba membeli karcis baru. Kami mencoba kembali membeli dua karcis @ Rp11.000,00. Kali ini kami harus menunggu sampai pukul limaan. Setelah bertanya ke sana ke mari akhirnya kami masuk kereta Pakuan Ekspres jurusan Bogor-Tanah Abang. Untung kereta kosong, aku bisa tiduran di kereta. Baru kali ini aku naik kereta bisa tiduran. Maklum hanya sembilan orang dalam satu gerbong. Singkat kata perjalanan pulang terasa nyaman meski badan demam dan sampai di rumah hampir pukul ssepuluh malam.

Senin pagi, 1 Desember, aku tidak bisa bangun pagi untuk bekerja. Badan panas, demam tinggi. Aku pergi ke puskesmas untuk mencari obat. Sudah minum obat dari puskesmas tapi demam tidak turun juga. Memang benar kata orang obat puskesmas (puskesmas = pusing, kesel, dan masuk angin) tidak bisa menurunkan panas. Dua hari tidak masuk kerja. Rabu dipaksakan masuk meski demam tinggi. Maksud masuk hari Rabu ini selain memang sudah dua hari tidak masuk kerja, sekalian mampir ke laboratorium untuk cek darah. Ternyata baru sampai setengah hari badan sudah tidak kuat. Akhirnya aku pulang dan mampir periksa cek darah di laboratorium Jamson, Kebon Jeruk.

Setelah menunggu satu jam hasilnya keluar. Lantas apa hasilnya? Bagaimana membacanya? Ternyata hasil cek darah saja tidak cukup. Perlu dokter untuk bisa menerjemahkan angka-angka dan istilah medis. Kata dokter hasilnya adalah positif typus. Harus istirahat total. Tidak boleh beraktivitas apapun. Harus tiduran di ranjang dan minum obat titik.

Istirahat semalam di rumah bukannya badan semakin terasa enak, malah kepala tambah terasa pusing. Kepala terasa mau pecah. Akhirnya Kamis sore, 4 Desember, aku putuskan ke rumah sakit untuk dirawat di rumah sakit. Dokter UGD memberikan rujukan untuk rawat inap. Rutinitas aktivitas rumah sakit dimulai, cek suhu badan, tensi darah, infus, minum obat, suntik, dan diambil darah menjadi kegiatan harian selama 24 jam di rumah sakit. Hari pertama dokter hanya bilang kita lihat hasil lab dulu, sementara dikasih obat demam dan pusing kepala. Hari kedua dokter bilang ada kecenderungan demam berdarah jika dilihat hasil lab. Hari ketiga dokter memberikan konfirmasi positif demam berdarah. Biarkan trombosit dalam darah turun sampai batas terendah dan jangan lupa minum yang banyak. Jika trombosit dalam darah sudah naik dan kondisi membaik, diperbolehkan pulang. Lantas di mana aku disengat nyamuk demam berdarah? Ah entahlah…Ternyata untuk memulihkan kondisi seperti semula butuh waktu lima hari empat malam menginap di rumah sakit.

Lima hari tinggal di rumah sakit terasa lebih dari seminggu. Bosan dan terasa jenuh. Untungnya aku tidak terlalu lama tinggal di rumah sakit. Alhamdulillah, kesehatanku dikembalikan seperti sedia kala.Terima kasih untuk saudara dan teman yang telah meluangkan waktu menjenguk dan mendoakan lekas sembuh. Semoga amal Anda dicatat sebagai amal baik dan dicatat sebagai pahala, Amin. Sehat itu mahal harganya dan sakit lebih mahal lagi. Tidak hanya sekedar dari hitungan ekonomis, tetapi dari sisi hitungan mana pun sehat itu mahal, makanya jagalah kesehatan badan Anda.

infus2