Dalam rangka Tahun Bahasa 2008 Pusat Bahasa mengadakan beberapa kegiatan. Kegiatan yang bersinggungan langsung dengan bagianku adalah Pameran dan Pelaksanaan Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2008. Kegiatan ini dilaksanakan di akhir bulan dengan harapan dapat menyemarakkan Tahun Bahasa 2008 yang pada puncaknya dilaksanakan Kongres IX Bahasa Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 28 November sampai 1 November 2008 di hotel Bumi Karsa, Jakarta.
Pada tahun ini panitia menyebar undangan ke berbagai instansi dan lembaga yang berhubungan dengan bahasa Indonesia bagi orang asing. Beberapa undangan dikirim ke beberapa kedutaan besar, pusat-pusat kebudayaan, dan beberapa perguruan tinggi di Jakarta. Undangan ini ternyata ditanggapi positif oleh masyarakat. Beberapa kedutaan megirimkan stafnya untuk mengikuti program ini. Bahkan ada beberapa kedutaan yang pada awalnya mengikutkan duta besar atau wakil duta besar, meski pada akhirnya mereka tidak dapat mengikuti kegiatan secara sempurna karena berbenturan dengan jadwal mereka.
Meskipun kegiatan ini hanya dilaksanakan dalam empat pertemuan, kegiatan ini memiliki makna yang penting baik bagi Pusat Bahasa maupun bagi peserta. Kendala terbesar adalah penyesuaian jadwal antara peserta dan panitia, mengingat padatnya jadwal para peserta yang rata-rata menjabat sebagai diplomat. Meski demikian, kegiatan ini tetap diikuti secara sempurna oleh mahasiswa yang belajar BIPA baik dari perguruan tinggi maupun beberapa orang dari berbagai kedutaan.
Lantas apa makna kegiatan ini bagiku? Kegiatan ini adalah awal aku belajar mengajar BIPA. Singgungan awal aku dengan BIPA adalah membantu membuat bahan ajar. Pengalaman awal yang aku rasakan adalah mengajar BIPA memerlukan energi lebih. Maklum pengajar pemula harus lebih banyak belajar dan mengumpulkan pengalaman dan jam terbang. Meski aku hanya mendapat pengalaman sedikit, tetapi ini adalah modal awalku untuk memberanikan diri mengajar BIPA selain tentunya harus menimba ilmu dari para pendahulu dan sesepuh BIPA.
Program ini memang telah berjalan beberapa tahun. Akan tetapi, program ini perlu mendapat perhatian dan evaluasi. Berdasarkan pengalaman tersebut perlu dibuat format atau bentuk yang lebih cocok untuk meningkatkan hasil baik bagi panitia maupun bagi peserta. Yang terpenting adalah tindak lanjut dari kegiatan ini.