Akhir bulan Juni 2008 aku berkesempatan mengikuti pelatihan pengajaran BIPA di UI Depok. Pelatihan dilaksanakan selama enam hari yaitu tanggal 20–22 Juni dan 27—29 Juni 2008. Pelatihan dilaksanakan di FIB UI. Pelaksanaan pelatihan ini dibedakan menjadi dua bagian. Bagian pertama berisi tentang substansi pengajaran BIPA yang diterjemahkan ke dalam beberapa materi antara lain Perkembangan Bahasa Indonesia, Fonologi dan Ejaan, Morfologi, Morfosintaksis, Kosakata, dan Fungsi Bahasa dan Tata Bahasa dalam Wacana.Bagian kedua berhubungan dengan teknik penyajian dan metode pengajaran yang berhubungan dengan keterampilan berbahasa. Materi tersebut berupa pengajaran Membaca, Menyimak, Berbicara, Menulis, Penyusunan Tes dan Penilaian, serta Tata Bahasa.

Materi pertama adalah perkembangan bahasa Indonesia. Materi ini adalah pengantar untuk memasuki pelatihan. Materi ini mengupas betapa cepatnya perkembangan bahasa Indonesia di masyarakat, sehingga seorang pengajar bahasa Indonesia harus mampu mengikuti laju perkembangan tersebut. Selain itu perkembangan itu menimbulkan varian bahasa atau ragam bahasa. Perkembangan paling besar yang terjadi dalam perkembangan bahasa Indonesia adalah kosakata bahasa Indonesia. Untuk itu pengajar bahasa Indonesia atau pengajar BIPA harus selalu mempersiapkan diri dengan baik dengan mengikuti perkembangan tersebut. Contohnya adalah dalam pemakaian teks otentik sebagai bahan ajar.

Materi kedua adalah materi pengajaran fonologi dan ejaan yang berisi pengajaran bunyi vokal, bunyi konsonan, fonem dan huruf dalam bahasa Indonesia, diftong dan gugus konsonan, serta suku kata. Materi ketiga adalah morfologi bahasa Indonesia. Pemateri memberikan materi ini secara teoritis. Artinya pemateri menerangkan morfologi bahasa Indonesia dimulai dari satuan bahasa dalam proses morfologi, proses morfologi, dan berbagai contoh masalah-masalah morfologi.

Materi berikutnya adalah membangun penguasaan tata bahasa Indonesia melalui wacana. Pengajaran BIPA berbeda dengan pengajaran bahasa Indonesia pada umumnya. BIPA hampir dipelajari pada usia dewasa sehingga lebih cepat mencapai kemajuan dalam morfologi dan sintaksis. Untuk mencapai tujuan pemelajaran bahasa, materi tata bahasa dikemas dalam bentuk wacana. Ada banyak kelebihan penyajian tata bahasa dalam wacana, antara lain a) menyiapkan pemelajar pada konteks komunikasi yang berbeda, seperti konteks sehari-hari, sosial, vokasional, dan akademik, b) memperkenalkan register teks dengan ciri-cirinya yang berbeda, c) materi ajar tidak membosankan, d)tidak hanya menampilkan materi tata bahasa, tetapi materi lain juga dipelajari, memotivasi pengajar menciptakan teknik pengajaran. Kekurangan pengajaran tata bahasa dalam wacana adalah a) memerlukan waktu yang lebih untuk menjelaskan sesuatu, dan mempersiapkannya, b)lebih sulit menentukan banyaknya konteks atau fungsi bahasa, c) terkadang tidak padu antara materi dan wacananya.

Selanjutnya materi berikutnya adalah sintaksis bahasa Indonesia dalam kaitannya dengan morfologi bahasa Indonesia. Pembahasan ini dimulai dari pengertian dan cakupan sintaksis, kalimat, klausa dan frasa, kata dan kaitanya dengan afiks.

Materi-materi di atas selanjutnya disajikan dalam materi keterampilan berbahasa yaitu materi kosakata, menyimak, menulis, membaca, berbicara serta evaluasi dan asesmen. Materi keterampilan berbahasa disampaikan dengan memberikan paparan di setengah sesi, setengah sesi berikutnya membuat materi pengajaran keterampilan berbahasa dipresentasikan dan didiskusikan. Dalam pengajaran materi kosakata perlu ditekankan bahwa pemelajaran kosakata dapat dilakukan bersamaan dengan bahan ajar membaca, menyimak, menulis, atau bahan ajar tata bahasa. Wacana atau konteks sangat diperlukan dalam pemelajaran kosakata sehingga aspek semantis dan pragmatis sangat menonjol. Materi keterampilan berbahasa berikutnya menyimak. Proses pemberian materi dengan memperdengarkan satu contoh dengaran. Dari contoh tersebut dikupas bagaimana seharusnya memberikan pengajaran dengaran. Kegiatan menyimak merupakan sebuah kesatuan kegiatan yang terdiri atas pramenyimak, sewaktu menyimak dan pascamenyimak. Tiga tahap tersebut harus dilakukan agar kegiatan berjalan dengan baik.

Kegiatan berikutnya adalah membuat contoh bahan pengajaran dengaran. Pemateri memperdengarkan satu dengaran dari radio tentang laporan lalu lintas dan kemacetan di berbagai tempat. Peserta pelatihan dibagi beberapa kelompok dan membuat bahan pengajaran dengaran. Materi berikutnya adalah menulis. Materi ini ditekankan dengan penggunaan bahan otentik untuk mengajar keterampilan menulis. Yang dimaksud otentik adalah bahan yang digunakan secara intensif oleh penutur aslinya. Adapun jenis teks yang dipakai adalah teks visual, tertulis, dan lisan. Untuk membuat bahan ajar selain otentik juga harus menarik dan menimbulkan minat pemelajar. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam materi menulis antara lain teks yang digunakan satu tingkat di atas teks pemahaman pemelajar, jumlah kosa kata asing, idiom, dan metafora disesuaikan dengan pemelajar.

Materi keterampilan berbahasa berikutnya adalah membaca dan mengembangkan kosakata. Materi ini dimulai dengan pemberian uraian tentang bagaimana cara pengajar memperkenalkan kata baru, memperlihatkan makna kata baru, menggabungkan beberapa teknik mengajarkan kata baru, dan menggunakan teks bacaan sebagai bahan ajar. Penggunaan teks bacaan sebagai bahan ajar membaca memerlukan kegiatan yang mendukung pengajaraan. Kegiatan tersebut adalah kegiatan pramembaca. Hal ini bertujuan untuk membantu memahami teks dan memfokuskan perhatian pada saat membaca. Hal lain yang tidak kalah penting adalah memberikan konteks teks bacaan tersebut, memperkenalkan teks secara terbatas, dan memberikan pertanyaan pengarah. Selain teks bacaan sebagai bahan ajar membaca, teks tersebut juga dapat digunakan sebagai persiapan untuk keterampilan bahasa yang lain.

Materi selanjutnya adalah berbicara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan komunikatif. Cirinya adalah 1) peserta aktif, 2) kegiatan yang dilakukan memberi alasan untuk berkomunikasi, 3) kesenjangan informasi, 4) personalisasi, 5) minat, dan 6) fleksibilitas. Pendekatan ini menjadikan peranan peserta sebagai komunikator dan menjadi manajer diri sendiri sedangkan fungsi pengajar sebagai fasilitator, manajer aktivitas kelas, pemberi saran, dan komunikator pembantu. Contoh simulasi yang dipakai dalam materi berbicara kali ini adalah aktivitas cari seseorang yang…, diktoglos, dan pohon keluarga. Ketiga aktivitas tersebut disimulasikan kepada semua peserta pelatihan, dan didiskusikan.

Materi terakhir adalah persiapan kelas dan evaluasi. Materi ini dianggap penting karena memungkinkan para pengajar memperkirakan masalah yang muncul dan mempersiapkan solusinya, membantu mempersiapkan pengajaran sehingga pengajar memunyai kerangka pengajaran di kelas, menambah keyakinan diri pengajar, dan menunjukkan profesionalisme pengajar.

Rencana pengajaran harus terperinci, mengikuti suatu format tertentu, harus jelas apa yang akan di lakukan di dalam kelas, harus jelas apa dan bagaimana pengajar dan pemelajar melaksanakan rencana pelajaran yang dibuat, harus jelas kaitan pengajaran sebelum dan sesudahnya.Komponen sebuah rencana pengajaran meliputi sasaran pengajaran, komponen bahasa, tahap-tahap pemelajaran, dan apa yang harus dikakukan di dalam kelas. Ada pun prinsip-prinsip sebuah rencana pengajaran adalah tujuannya harus jelas, fleksibel, seimbang dan beragam. Pertanyaan berikut membantu pengajar dalam mempersiapkan rencana pengajaran. 1) Siapa pemelajarnya, 2) Mengapa kegiatan ini dilakukan, 3) Apa yang akan dicapai, 4) Berapa lama waktu yang disediakan, 5) Apa yang mungkin gagal, 6) Apa yang diperlukan, 7) Bagaimana pelaksanaan, 8- Apa hubungannya dengan meteri sebelum dan sesudahnya. Sasaran pemelajaran dapat berfokus kepada topik tertentu, komponen bahasa tertentu, dan keterampilan tertentu. Ada beberapa tipe tahapan dalam pengajaran antara lain 1) Presentation, Practice, and Production, 2) Engage, Study, and Activity, 3) Clarification, Restricted used, Authentic Used. Urutannya bergantung kepada keperluan siswa. Bagian dari materi terakhir adalah evaluasi yang membahas tentang tes dan asesmen.

Secara umum simpulan materi yang disampaikan dalam pengajaran BIPA UI dititikberatkan pada pendekatan pengajaran yaitu pendekatan komunikatif yang di dalamnya konteks sangat berperan dalam pendekatan tersebut.