Ampun…. Ternyata dah hampir setahun aku tidak posting. Wah ternyata sudah lama aku lupakan…. Hari ini aku coba lagi untuk mengingat langkah itu walau kadang lupa mengikutinya selalu, dan hilang begitu saja dari ingatan. Hari Sabtu, 9 November 2009, mati lampu. Tidak tanggung-tanggung hampir 18 jam. Pagi listrik mati mulai kurang lebih 09.00 sampai kurang lebih 06.00 di hari berikutnya. Tidak kurang lama pak?
Tersiksa. Pagi setelah beres-beres aktivitas pertama adalah membayar pajak motor di Samsat Daan Mogot. Pembayaran lancar kurang lebih menunggu satu jam dan proses selesai. Dengan membayar dua ratus ribu (meski di bukti pembayaran tercetak seratus sembilan puluh delapan ribu lima ratus rupiah), bukti pembayaran pajak setahun ke depan telah didapatkan. Aku pikir urusan motor telah selesai, setelah memperpanjang SIM C bulan lalu, dan membayar pajaknya kemarin.
Setelah pulang dari Samsat, ternyata listrik belum menyala juga. Semua agenda sebagai ibu rumah tangga ditangguhkan hingga hari berikutnya, Minggu. Bersih-bersih rumah, mencuci, setrika, dan semua yang terkait dengan pekerjan harian di rumah ditangguhkan termasuk memasak dan sebagainya. Makan yang tak bisa ditangguhkan. Urusan yang satu ini kelihatannya tak bisa ditangguhkan lama-lama mengingat badan saat ini membutuhkan tenaga yang cukup untuk mengimbangi berat badan yang semakin jauh meninggalkan tinggi badan, alias semakin bulat saja.
Sore, ternyata belum hidup juga. Sampai kapan listrik ini mati? Sesal, tidak bisa mengikuti kabar gelar perkara kasus cicak versus buaya. Meski bisa mengikuti melalui berita keesokan harinya, live perseteruan antara cicak dan buaya harus senantiasa diikuti kabarnya, mengingat semakin kita banyak mengikuti perkembangannya, semakin bingung kita dibuatnya. Makanya, biar semakin bingung kita harus mengikutinya.
Panas mulai terasa, nyamuk mulai masuk satu persatu, mengingat pintu harus dibuka untuk mengurangi panas di dalam rumah. Harap-harap cemas listrik segera hidup, tetapi harapan tinggal harapan. Hingga malam bahkan pagi listrik belum kembali menyala. Tersiksa…sepanjang malam tidak bisa tidur dengan nyenyak. Yang terasa hanya panas, badan berkeringat, lengket… (karena tidak ada air dan akhirnya tidak mandi) tidak bisa tidur sampai pagi. Pagi badan terasa panas dan malas beraktivitas. Anehnya listrik sesekali menyala beberapa menit dalam beberapa kesempatan. Bukannya ini akan semakin memperpendek usia barang-barang elektronik?
Pagi, kira-kira 05.00 atau 06.00 mata terbuka bangun pagi ternyata listrik sudah menyala. Mengikuti teks berjalan di Metro TV, bahwa hari ini, Minggu, PLN Jaya menjamin tidak ada pemadaman listrik di Jakarta. Aman… Mungkin takut juga dikatakan pendukung Anggodo, mengingat Minggu ada demonstrasi di Bundaran HI dengan isu ’Anngodo menjadi Kapolri’.
Meski badan terasa tidak fit, tangguhan kerja hari Sabtu harus dibereskan. Sampai jam satu ternyata kerjaan belum selesai juga. Capek tidak bisa dihindarkan lagi. Badan tergolek sampai sore hari, dan pekerjaan pun belum semua terselesaikan. Tengah malam, tepatnya dini hari, ternyata kembali menggelap. Listrik kembali menghilang. Sampai pagi ini bahkan hingga sampai laporan ini diturunkan ternyata lampu belum juga nyala. Tidak ada kabar, tidak ada berita. Apa gerangan terjadinya pemadaman listrik kemarin hingga hari ini? Apakah selalu saja karena kurangnya pasokan listrik atau masih belum selesainya perbaikan gardu induk, atau jangan-jangan rekayasa Anggodo juga? Capek dech… PLN harus membayar kerugian nonmaterial satu miliar kepadaku, bahkan lebih dari itu …